Google Translate

Contact Me

Kamis, 22 Desember 2011

Puisi untuk IBU


IBU…

Tak ada lagi keraguan bagiku buat dirimu, bahwa ibu adalah mahluk setengah malaikat.
Tak ada lagi kata- kata didunia ini untuk menggambarkan kasih sayangmu.
Tak ada lagi perlakuanku kepadamu yang dapat membalas perlakuanmu kepadaku sedari mengandung aku.

Tulus cintamu, kehangatanmu, rasa sayangmu, seperti cinta yang bermula tanpa awal dan tak ada akhirnya sampai kapanpun.

Cintanya tanpa batas. Mencintai tanpa sebab, mengasihi tanpa pamrih. Tak ada keraguan sedikitpun untuk memberikan segala perhatiannya, perlakuannya, hartanya, bahkan nyawanya untuk melahirkanku sampai mendidikku untuk menjadi kebanggaannya.

Walaupun kau kerap menelan lukamu sendiri. Untuk sebuah bahagia, yang terkadang justru kusia-siakan. Dan ku belum bisa memberi apa yang engkau inginkan namun engkau tiada henti memberiku kehidupan dan arti kehidupan itu sendiri.

Selalu memberikanku nasihat untuk kuat akan segala badai yang akan ku hadapi walaupun dilelah tatap matamu. Ibu…. engkau ingin selalu terlihat kuat didepanku.  Anakmu….

Selalu terselip doa- doa dibalik jemari rapuhmu mengalir doa- doa yang kuat bagiku anakmu yang kadang lupa mendoakanmu…

Bahkan dari kata- kata kasarmu yang terlontar bersama tetesan air matamu. Aku tau masih ada doa yang tersirat didalam bola matamu.  Sejuta harapan engkau harapan engkau berikan dalam setiap tetesan air matamu.

Di setiap helai rambut putihmu akan menjadi saksi ketabahanmu dan kesabaranmu mendewasakanku. Engkau selalu saja melukiskan kelembutan cintamu, melalui sebuah kesedihan dengan memaafkan segala kesalahanku.
Tak ada cinta tanpa keikhlasan, tak ada keikhlasan tanpa cinta. Begitu pun halnya seorang ibu. Cintanya selalu ikhlas tanpa batas. Semoga mimpi, doa, dan harapanku tersayap di nadimu…

Ibu…
Semoga ditelapak kakimu kelak, aku akan menemukan surga….
(Selamat Hari Ibu : 22 Desember 2011)

kasih sayang ibu


Pada suatu sore ditaman pinggir kota ada seorang nenek tua yang menggunakan kursi roda dan ditemani oleh anaknya yang mendorong si nenek untuk berjalan- jalan sore hari. Sampai di sebuah danau nenek tersebut minta berhenti kepada si anak.

Dan si anak pun menghentikan kursi roda nenk tersebut  mereka berdua hanya saling diam melihat pemandangan sore itu tanpa ada percakapan. Tiba- tiba si nenek bertanya kepada anaknya “yang di ujung itu apa nak?” sambil menunjuk kearah sekumpulan bangau yang sedang mencari makan. “itu sekumpulan burung bangau bu” jawab anaknya. Lalu si nenek tua tersebut menanya lagi kepada si anak “itu burung apa nak?”. “itu sekumpulan burung bangau bu” jawab anaknya mulai marah. “ lalu si ibu menanya sekali lagi “itu sekumpulan burung apa nak?”. Tiba – tiba si anak menjawab dengan suara keras “ itu sekumpulan burung bangau bu.. harus berapa kali sih saya memberitahukannya !!”

Lalu si ibu meneteskan air matanya sambil berkata “dahulu 30 tahun yang lalu, saat  kamu masih bayi ibu membawamu ketempat ini. kamu mempertayakan hal yang sama lebih dari 10 kali tapi ibu tetap saja menjawabnya dengan tersenyum, tapi sekarang kamu telah jauh berbeda nak, namun ibu tetap menyayangimu sebagai anak ibu yang terbaik”.

Mendengar perkataan ibunya sontak si anak menangis dan tak terbendung lagi. Sambil menciumin pipi ibunya si anak terus menangis dan meminta maaf kepada ibunya.

Selasa, 20 Desember 2011

“Mengapa miskin selalu salah, dan kaya selalu benar”


Mengapa yang miskin selalu saja menjadi yang jahat dan mengapa yang kaya selalu saja dikatakan baik ? memang tak semua orang berpandangan seperti ini namun sebagian besarnya masyarakat selalu beropini demikian. Memang opini tersebut mempunyai sebab dan bukti konkret pada kehidupan, jadi tak ada salahnya jika pendapat itu dibenarkan.
 Contoh konkretnya bisa kita lihat sehari- hari di media massa, layar televisi, bahkan disekeliling kita. Pencurian, penipiuan, perampokan, penjambretan, pembunuhan, bahkan kabel- kabel dipinggir jalan, baut- baut rel kereta api mereka curi untuk memenuhi kehidupannya. Semua masyarakat saling berjuang melakukan apa saja untuk mempertahankan hidupnya. Dari mengais sampah mencari makanan sisa, jadi tukang sapu beras di pasar beras, sampai hal- hal yang kita nilai tidak manusiawi pun mereka lakukan hanya untuk mencari makanan memenuhi kebutuhan perut mereka.
Jika kita pikir lebih jauh dan berpandangan luas semua tak lepas dari kondisi ekonomi. Kondisi ekonomi yang sangat terpuruklah yang menyebabkan semua orang miskin melakukan hal seperti itu. Mau bagaimana lagi semuanya serba susah, mau makan susah, mau kerja susah, mau sekolah susah, tak ada yang tak susah di negeri ini. Tapi  ada pengecualian, “bagi mereka- mereka yang beruntung terlahir sebagai anak pejabat atau konglemerat- konglomerat di Negara ini” hal seperti ini tak akan menyentuh sedikitpun kulit mereka.  Karena sudah hukum alamnya di Negara ini, yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Tak heranlah kalau banyak orang yang bunuh diri karena tak kuat dengan keadaan ekonominya dan tak perlu heran juga kalau banyak orang sakit yang minta disuntik mati karena gak kuat bayar pengobatan rumah sakitnya.
Namun apakah opini ”yang miskin selalu jahat” ini akan selamanya melekat pada orang miskin. Walaupun kita tahu tak sedikit pula orang kaya dan pejabat yang kelakuannya melebihi kelakuan keji yang dilakukan orang miskin. Ya contohnya saja korupsi uang rakyat miliyaran rupiah hal ini sudah pasti mengakibatkan penderitaan bagi ratusan ribu orang miskin di Negara ini. Belum lagi masalah- masalah moral para pejabat yang lebih parah lagi.
Yah begitulah dunia… siapa yang kuat dia yang berkuasa. Siapa yang kaya dia bisa menentukan opini orang lain. Dan omongan yang “salah sekalipun dari mulut orang yang berkuasa” dapat menjadi benar, berbanding terbalik dengan omongan yang “sangat benar sekalipun yang terlontar dari si miskin” dapat menjadi salah dimata ornag lain. Juga  iblis sekalipun bisa menjadi malaikat dipandangan orang banyak hanya dengan yang namanya UANG…

Jumat, 16 Desember 2011

“PEMANFAATAN TEKNOLOGI SEBAGAI MEDIA UNTUK MELESTARIKAN BUDAYA DAN NILAI LUHUR BANGSA INDONESIA”


Kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia sangat beranekaragam hal ini menjadi suatu kebanggaan sekaligus tantangan untuk mempertahankan serta mewarisi kepada generasi selanjutnya. Budaya dinilai mampu untuk membangun peradaban dan karakter anak bangsa. Karena dengan pendekatan budaya luhur yang adiluhung dapat menjadi sarana mediasi kemanusiaan yang bersumber dari hati nurani untuk mencapai rasa aman, nyaman, dan damai yang berkelanjutan serta membentuk jati diri sebuah Negara.

Seiring berkembangnya zaman, globalisasi dunia barat yang dari hari kehari tanpa kita sadari telah mengikis budaya ketimuran yang dimiliki bangsa ini. Kebiasaan, norma- norma, etika dan budaya luhur dari masa lalu sebagai ciri khas dan jati diri bangsa Indonesia kini mulai memudar. Budaya asing mulai mendominasi sehingga budaya lokal mulai dilupakan. Faktor lain yang menjadi masalah adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya peranan budaya lokal.

Apakah kita akan terus- menerus acuh tak acuh dengan kebudayaan yang kita miliki selama ini? “Jumlah kebudayaan di Indonesia bukan hanya ribuan, tapi ‘ribuan ribu’. Bahasa daerah saja mencapai 583. Kalau tidak segera dibuat Undang-undang Kebudayaan maka bisa dipastikan budaya Indonesia yang begitu banyak, sedikit demi sedikit akan punah. Setidaknya tiga hingga empat bahasa hilang per bulannya di Indonesia,” ungkap Prof. Arief usai menjadi pembicara dalam “International Day” di Grha Sanusi Hardjadinata Kampus Unpad. Apakah Budaya lokal yang sudah mendarah daging selama ini dan sekaligus menjadi identitas bangsa di dunia Internasional akan punah begitu saja tanpa sedikit pun usaha kita untuk menyelamatkannya.

Teknologi bukanlah hal yang tabu lagi bagi kita semua. Memasuki era digital yang semakin canggih dan menuntut masyarakat untuk mendapatkan informasi yang semakin cepat dan akurat. Menjadikan teknologi sebagai alat yang tepat bagi media untuk melestarikan kebudayaan- kebudayaan yang kita miliki. Perkembangan teknologi informasi sudah menjalar di urat nadi bangsa ini, mulai dari hal yang sederhana sampai yang komplek semua mengintegrasikan teknologi informasi.

Sinergi Kebudayaan dan Teknologi merupakan langkah yang tepat dan sangat kontras buat masyarakat saat ini. Hal ini dikarenakan semakin menjamurnya perangkat elektronik, gadget atau pun smartphone yang dapat sangat memudahkan masyarakat untuk mengakses internet kapanpun, dimanapun, dan dalam kondisi apapun hanya dengan genggaman kita.

Penggunaan internet sebagai sarana mempublikasikan kebudayaan akan menjadi salah satu langkah yang cerdas contohnya saja web atau blog. Mempublikasikan dengan cara tulisan dan gambar- gambar tentang kebudayaan yang kita miliki, siapapun di belahan dunia ini dapat mengaksesnya dengan mudah bahkan, masyarakat internasional pun dapat mengenal dan belajar dari media yang kita berikan. Selain itu penyebaran informasi tentang kebudayaan melalui media social networking seperti facebook twitter dan youtube dapat menjadi alternatif lain karena merupakan santapan sehari- hari bagi masyarakat Indonesia sekarang ini.  

Kebudayaan dan nilai luhur yang adiluhung adalah kekayaan bangsa Indonesia yang tidak ternilai harganya dan tidak dimiliki bangsa-bangsa asing. Marilah kita Mengembalikan kembali tradisi besar sebagai bangsa Timur yang ramah dan beretika dalam kehidupan bermasyarakat. Juga  peduli dan proaktif untuk membangun dan mempertahankan kembali karakter Bangsa yang bermartabat yang mengandung nilai nilai luhur dengan media teknologi informasi. Serta sebagai generasi muda, yang merupakan pewaris budaya bangsa, hendaknya memelihara seni budaya kita demi masa depan anak cucu kita nantinya. 

Minggu, 27 November 2011

Jembatan Kutai Kartanegara Runtuh






Sabtu 26 November 2011 , tanggal ini menjadi tanggal yang keramat oleh masyarakat kutai kartanegara juga seluruh rakyat Indonesia dan pastinya akan teringat sepanjang waktu. karena tanggal keramat ini tepatnya kemarin jembatan Mahakam 2 atau jembatan kutai kartanegara runtuh kedalam dasar sungai.
Kejadian yang sangat  tragis ketika banyak keluarga yang sedang menggunakan jembatan ini sebagai akses jalan untuk liburan akhir pekan dari arah Samarinda – Kutai, maupun Kutai- Samarinda. Tiba- tiba jembatan ini runtuh dalam rentang waktu kurang dari satu menit. Sesuatu yang mengherankan memang karena fisik jembatan yang kelihatan masih kokoh dan hanya baru berdiri sekitar 10 tahunan terhitung dari tahun 2002 jembatan ini diresmikan.
Banyak yang masyarakat yang menjadi korban kejadian ini dari yang luka ringan, luka berat, dan 5 orang meninggal dunia yang masih akan bertambah lagi karena masih banyak korban yang belum diketemukan. Hal ini dikarenakan tim SAR mengalami kesulitan dalam mengevakuasi para korban yang terjepit didalam dasar sungai karena sisa reruntuhan jembataan masih banyak yang rapuh.
Hal memang sangat mencengangkan para pakar- pakar ahli kontruksi bangunan se- Indonesia atas runtuhnya jembatan ini. Timbullah berbagai spekulasi yang bermacam- macam dari proyek jembatan ini syarat akan aroma korupsi sampai dengan kesalahan fatal yang dilakukan pekerja yang sedang memperbaiki jembatan pada saat itu.
Kini tiada lagi “Golden Gate” kebanggan rakyat kutai kartanegara tersebut.  Tak ada lagi keindahan jembatan yang membentang indah menghubungkan samarinda – kutai ini. Semoga semua musibah ini memberikan kita semua pelajaran dan memberikan hikmahnya pada kita semua. Dan semoga yang menjadi korban diberikan tempat terbaik disisi Allah swt. Dan keluarga yang ditinggalkan di berikan ketabahan.
Amin
Pray for Kutai Kartanegara
26.11.2011

foto - foto :



Selasa, 22 November 2011

Kunci Jawaban Intermediate Acounting E. Kieso



Buat teman- teman sekalian anak akuntansi yang menggunakan buku panduan Intermediate Accounting E. Kieso edisi ke 12 dan mempunyai kesulitan dalam mengerjakan soal- soal di buku tersebut. nih gue ada kunci jawabannya. Tinggal sedot gratis !!

Selasa, 08 November 2011

InterIsland CUP 2011 (zona kalimantan)


Foto ini diambil ketika babak penyisihan  InterIsland cup. Ketika Persisam Putra Samarinda Melawan Persiba Balikpapan (seteru abadi) di Stadion atau home kebanggan Pusam mania atau juga bisa dikatakan kandang Neraka bagi tim- tim yang akan bertanding di stadion ini yaitu GOR SEGIRI Samarinda. Pertandingan ini partai adu gengsi kedua tim asal Kalimantan Timur tersebut. Ajang pembuktian siapa yang terbaik antar 2 klub sepak bola satu provinsi yang suporternya ga pernah akur…!!  (hahaha)

Pertandingan ini memang menyajikan tontonan yang sangat menarik sekali, karna tensi yang tinggi timbul saat pertandingan ini berlangsung. Sempat terjadi beberapa kali terjadi benturan antar pemain yang memancing emosi dari pemain- pemain tersebut. Balikpapan sempat mendapatkan peluang- peluang emas karena lepas dari penjagaan pemain belakang persisam (mungkin karena ga ada M. Robby tuh). Namun kebuntuan PERSISAM Putra Samarinda dapat dipecahkan oleh Akbar Rasyid lewat sepakan kerasnya merubah skor jadi 1- 0 buat keunggulan PERSISAM. Sontak gemuruh Pusam mania bersorak menggetarkan stadion Gor Segiri Samarinda. Tidak hanya itu suara letupan kembang api pun mulai terbang ke angkasa red flare pun mulai menyala di bangku- bangku tribun ekonomi….

Jalan pertandingan yang sangat sengit dan mungkin tidak hadirnya pilar- pilar terbaik dari persisam (dipanggil Tim Nas) membuat skor tidak bertambah lagi bagi Persisam Putra Samarinda. Pertandingan sempat 2 kali dihentikan karena asap red flare yang mengganggu jalannya pertandingan (namanya juga kandang neraka).

Mungkin sekian kali ini….
Keep Blogger…

Satu lagi “Ini Samarinda Bukan Italia” 

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - and an additional touch of admin | riyan_malik@rocketmail.com