Google Translate

Contact Me

Rabu, 15 Mei 2013

Bahagia itu seperti apa ?



Bahagia...
Satu kata berjuta makna yang tak punya takaran atau pun barometernya.
Hanya bisa di rasakan tanpa bisa disentuh, hanya bisa direncanakan tanpa bisa tau kapan berhasilnya. Jika kamu dihampiri dengan sebuah pertanyaan.
Apakah selama ini kamu bahagia dengan pasanganmu?
Mungkin kamu akan susah menjawabnya.
Sama halnya dengan “cukup” kamu tidak akan bisa tau kamu akan merasa cukup atau belum. Semuanya bermuara pada yang namanya hati dan syukur.
Semuanya tergantung pada hatimu.

Ketika kamu mensyukuri dengan ikhlas yang kamu punya selama ini seraya selalu melihat kebawah, maka disitulah kata cukup akan kamu rasakan.
Sebaliknya ketika kamu selalu melihat keatas dan selalu mengandalkan nafsumu untuk sesuatu yang ingin kau capai maka semuanya akan terasa kurang.
Kamu tak akan mendapatkan kepuasaan hidupmu.

Begitu halnya dengan arti kata “bahagia”
Tergantung setiap individunya memahami, mengartikan, dan memaknai dari setiap hingar bingarnya perasaan.
Tergantung kamu menempatkan perasaanmu atas segala hal- hal yang telah melekat pada hatimu. Semua memori- memori yang indah tentang  kebahagian, tentang harapan- harapan jiwa yang telah direalisasi waktu dan dirinya, tentang kisah- kisah yang kita tulis bersama tanpa tahu kapan berhentinya. Dari situlah semua kebahagian bermula.


Bahagia itu sebuah pilihan
Menentukan yang terbaik bagi hidupmu walau suatu saat nanti dirimu tak seindah sekarang.
Memilih rasa yang paling nyaman untuk ditempatkan disisimu hidupmu hingga dunia tak bermentari.
Menempatkan dirimu pada kondisi yang selamanya kamu akan merasa nyaman walau dunia tak bersahabat.
Menyamakan kalbu tanpa pamrih hingga ajal sekalipun yang memisahkan.

Kebahagian yang tak akan terbalaskan dengan sebongkah berlian sekalipun jika kamu mengerti benar hakikat dari sebuah kebahagian itu. 
Sebab kebahagiannya tak dapat digantikan dengan materi seberapa banyak pun itu.
Kebahagian yang tak lekang oleh waktu yang selalu bisa dipahami dengan bahasa universal dan mengenai kehidupan orang banyak.

Siapa pun tanpa terkecuali berhak menerima dan memberikan kebahagian, berhak  menganalogikan kebahagian dengan bahasanya masing- masing, berhak memencundangi setiap kebahagiannya yang dia miliki sekali pun.

Tapi bagiku kebahagiannya adalah sebuah bahasa penuh makna, penuh kerahasian, penuh rasa.

Bagiku kebahagian itu sederhana tak perlu materi sampai bermilyaran rupiah, tak perlu kemewahan layaknya istana raja, tak perlu keluasaan alam layaknya samudra dilautan.

Bahkan dengan melihat lengkungan senyum diwajahmu.

Aku sudah bisa bahagia.

Cukup dengan ketulusan dan tanpa kemunafikan, selalu bersyukur atas apa yang aku punya, dan ikhlas dengan segala rahasia Allah. Maka hakikat kebahagian yang sebenarnya pasti akan terasa.

Dan aku cukup bahagia bersamamu…… NPA~

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - and an additional touch of admin | riyan_malik@rocketmail.com